Senin, 10 Desember 2012

menu utama dan toolbar



1.       Membuat menu utama
kita mengambil menustrip dari control toolbox kemudian kita drag sampai ke form .seperti gambar di bawah ini
setelah muncul lalu qita ketikan menu item apa yang mau dibuat.  contohnya di latihan ini adalah  HARI DAN TUGAS.
 jika menginginkan menu yang standar  tinggal  kita klik kanan kemudian klik yang tanda panah biasanya terletak di atas pojok kanan lalu pilih edit item standard.maka secara otomatis akan muncul menu – menu lainnya seperti qita lihat di gambar :

Sesudah itu kita baru bikin sub menu dari menu- menu di atas misalnya bikin sub menu dari HARI yaitu qita tinggal klik bagian sub hari kemudian kita ketikan sub tersebut dari Senin sampai minggu.dan qita bikin juga sourtcut agar bisa di akses melalui keyboard contohnya sub menu senin qita rubah agar untuk menjalankannya dengan tekan tombol ctrl+1 maka tinggal qita edit dari propertiesnya yaitu kita pilih yang sourtcutkey kemudian pilih key-nya contoh disini CTRL + 1 maka secara otomatis yang lain juga sama seperti itu :

2.       Mengatur toolbar
Langkah pertama kita pilih toolstrip dr toolbox dan di drag hingga ke form.  setelah muncul  icon toolstripnya maka di klik kanan pilih yang insert-buton lalu otomatis akan mucul buttonnya dan untuk mennganti gambarnya kita klik kanan lalu edit image –cari gambar yang di inginkan .secara otomatis akan muncul tool yang kita buat tadi.tapi jika kita ingin menambahakan toolbar sderhana caranya sama seperti buat menu standar yaitu dengan mengklik kanan lalu pilih yang tanda panah dan pilih edit tooltrip standar.secara otomatis toolbar akan muncul  sederet ke kanan.
        Nah biar berbeda kita buat toolbar tersebut menderet ke bawah yaitu tinggal kita klik pada tanda panah kecil maka akan terlihat kotak dialog seperti ini


Kemudian kita lihat dari dock kita pillih yang left.sehingga toolbar otomatis akan berderet kebawah dan dari sisi kiri seperti terlihat di gambar.
Memberikan tek pada icon toolbar yang kita buat contoh di gambar yaitu toolbar yang ber-icon kucing di situ terlihat tek Masukan input
Caranya : kita tuliskan di propertiesnya seperti di gambar 

Ketika program di jalankan Maka hasilnya akan terlihat seperti ini :

Membuat contexmenustrip dengan mengatur propertienya yaitu contexmenutrip kita ganti true dan mengatur seperti  di gambar
kemudian program di jalankan - kli kanan pda programnya kecuali jangan pada groupbox Sehingga hasilnya
3.       Membuat aturan tampilan form dengan cascade,horizontal dan vertical
Kita buat item tampilan dulu yang di dalamnya ada submenu cascade,horizontal dan vertical
Seperti di gambar 
Setelah itu biar sub menu berfungsi kita masukan masing-masing coding sesuai  dengan fungsi tampilannnya :
  1. Coding untuk cascade
Me.layoutmdi(mdilayout.cascade)
  1. Horizontal
Me.layoutmdi ( mdilayout.tilehorizontal )
  1. Vertical
Me.layoutmdi( mdilayout.tile vertical )
Sehinnga ketika kita jalankan program akan terlihat misalkan secara vertical
 4. membuat tab menu
caranya sama seperti yang lainnya ambil control dari toolbox yaitu tabmenu lalu tinggal kita masukan apa yang kita inginkan.misalnya di tabepage2 terdapat deretan toolbar yang bergambar seperti gambar  di bawah

Minggu, 28 Oktober 2012

puzzle aneh


TUGAS VIBI 3

MODIFIKASI TUGAS YANG KEMARIN
Saat program dijalakan, semua isian tidak aktif, tombol isi data dan tutup aktif sedangkan tombol clear tidak aktif.


codingnya :



Saat tombol isi data ditekan, kodebarang, jumlah barang, cara beli dan tombol clear aktif, sedangkan tombol isidata tidak aktif.

codingnya: 


SAAT tombol clear di jalankan.,…


Codingnya seperti ini :
Txtnama.Clear()
        Txtbayar.Clear()
        Txtjumlah.Clear()
        Txtdiskon.Clear()
        Txtharga.Clear()
        Me.Radtunai.Checked = False
        Me.Radkredit.Checked = False


PUZZLE

  1. Posisi angka acak
2. Saat ditekan tombol yang terletak di dekat tombol kosong maka tombol tersebut akan menempati tombok kosong


3. Ketika sudah tersusun semua maka keluar message selamat anda berhasil

Codingnya :
Public Class Form1
Private Sub Button1_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button1.Click
If Button4.Visible = False Then
Button1.Visible = False
Button4.Visible = True
Button4.Text = Button1.Text
ElseIf Button2.Visible = False Then
Button1.Visible = False
Button2.Visible = True
Button2.Text = Button1.Text
End If
pesan()
End Sub

Private Sub Button2_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button2.Click
If Button1.Visible = False Then
Button2.Visible = False
Button1.Visible = True
Button1.Text = Button2.Text
ElseIf Button5.Visible = False Then
Button2.Visible = False
Button5.Visible = True
Button5.Text = Button2.Text
ElseIf Button3.Visible = False Then
Button2.Visible = False
Button3.Visible = True
Button3.Text = Button2.Text
End If
pesan()
End Sub

Private Sub Button3_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button3.Click
If Button6.Visible = False Then
Button3.Visible = False
Button6.Visible = True
Button6.Text = Button3.Text
ElseIf Button2.Visible = False Then
Button3.Visible = False
Button2.Visible = True
Button2.Text = Button3.Text
End If
pesan()
End Sub

Private Sub Button4_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button4.Click
If Button1.Visible = False Then
Button4.Visible = False
Button1.Visible = True
Button1.Text = Button4.Text
ElseIf Button7.Visible = False Then
Button4.Visible = False
Button7.Visible = True
Button7.Text = Button4.Text
ElseIf Button5.Visible = False Then
Button4.Visible = False
Button5.Visible = True
Button5.Text = Button4.Text
End If
pesan()
End Sub

Private Sub Button5_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button5.Click
If Button2.Visible = False Then
Button5.Visible = False
Button2.Visible = True
Button2.Text = Button5.Text
ElseIf Button4.Visible = False Then
Button5.Visible = False
Button4.Visible = True
Button4.Text = Button5.Text
ElseIf Button6.Visible = False Then
Button5.Visible = False
Button6.Visible = True
Button6.Text = Button5.Text
ElseIf Button8.Visible = False Then
Button5.Visible = False
Button8.Visible = True
Button8.Text = Button5.Text
End If
pesan()
End Sub

Private Sub Button6_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button6.Click
If Button3.Visible = False Then
Button6.Visible = False
Button3.Visible = True
Button3.Text = Button6.Text
ElseIf Button9.Visible = False Then
Button6.Visible = False
Button9.Visible = True
Button9.Text = Button6.Text
ElseIf Button5.Visible = False Then
Button6.Visible = False
Button5.Visible = True
Button5.Text = Button6.Text
End If
pesan()
End Sub

Private Sub Button7_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button7.Click
If Button4.Visible = False Then
Button7.Visible = False
Button4.Visible = True
Button4.Text = Button7.Text
ElseIf Button8.Visible = False Then
Button7.Visible = False
Button8.Visible = True
Button8.Text = Button7.Text
End If
pesan()
End Sub

Private Sub Button8_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button8.Click
If Button9.Visible = False Then
Button8.Visible = False
Button9.Visible = True
Button9.Text = Button8.Text
ElseIf Button7.Visible = False Then
Button8.Visible = False
Button7.Visible = True
Button7.Text = Button8.Text
ElseIf Button5.Visible = False Then
Button8.Visible = False
Button5.Visible = True
Button5.Text = Button8.Text
End If
pesan()
End Sub

Private Sub Button9_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button9.Click
If Button6.Visible = False Then
Button9.Visible = False
Button6.Visible = True
Button6.Text = Button9.Text
ElseIf Button8.Visible = False Then
Button9.Visible = False
Button8.Visible = True
Button8.Text = Button9.Text
End If
pesan()
End Sub

Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
Dim acak As Integer
acak = Rnd() * 10
Button1.Text = acak
Button2.Text = acak - 2
Button3.Text = acak - 5
Button4.Text = acak - 3
Button5.Text = acak + 1
Button6.Text = acak - 1
Button7.Text = acak - 6
Button8.Text = acak - 4
End Sub

Private Sub pesan()
If Button1.Text = "1" And Button2.Text = "2" And Button3.Text = "3" And Button4.Text = "4" And Button5.Text = "5" And Button6.Text = "6" And Button7.Text = "7" And Button8.Text = "8" Then
MsgBox(" ANDA BERHASIL")
End If
End Sub
End Class






Sabtu, 20 Oktober 2012

analisa tugas vibi ke 2

ALhamdulilah...tak lupa tux ucapkan syukur ketika TUGAS dah selesai...soal2 yg ad ta jawab semampuuku..ini lah jwabannya .........caPcus aj yuh....

latihan 1
a. mengapa Btalamat error?
    karena tidak ada pendeklarasian type datanya, yang seharusnya DIM alamat as string ="kuningan" Bukan 
     hanya alamat ="kuningan"

b. mengapa di btnama 1 dan 2 jika di klik berbeda tetapi di bt alamat 1 dan 2 sama?
     karena di btnama 1 itu ada DIM nama as string sehingga itu berlaku hanya unntuk button 1 alias bersifat
    local hanya untuk lingkungan itu  saja secara otomatis btnama 2 juga hasile akan berbeda dengan  
    btnama1. sedangkan kalau di btalamat 1 itu tidak menggunakan dim sehingga jika di button alamat 2 di  
    klik maka  munculnya akan sama dengan button alamat  1.

c. karena di bttambah umur1 itu masih menggunakan dim sehingga jika di klik maka akan selalu muncul 1 sebab nilai yang pertama itu hilang dan terganti dengan nilai 1 terus.
tetapi di bttambah umur 2 itu akan selalu bertambah 1 sebab dalam codingnya menngunakan static yang artinya tetap alias tidak akan hilang dan ketika kita mengkliknya maka otomatis umurnya akan selalu bertambah sesuai dengan seberapa banyak kita mengkliknya.misalnya kita mengklik di bttambah umur 2 sebanyak 3 x maka secara otomatis umurnya akan bertambah 3 tahun.

d  .jika kita mengklik tombol nama, alamat, umur yang ada di form2  maka secara otomatis di bagian textbox nya maka akan muncul apa yang terdapat di module yang bersifat global (public).

latihan 2 if case

MENURUT ANALISA saya
kelemahanya ada beberapa yang masih kurang sempurna ,,seperti ketika kita pilih kdbarang SND dan TOP di bagian nama barang itu tidak muncul sepatu tetapi masih tanda ( - )sehingga secara otomatis di textbox harga juga muncul nilai 0..

selain itu juga ketika mengklik tombol clear di bagian textbox diskon dan total bayar masih terlihat nilai 0 dan baru akan hilang ketika kita mengklik tombol clear lagi sehingga untuk lebih cepatnya cukup dengan sekali klik langsung bersih caranya dengan mengganti coding d btclear tersebebut dengan seperti gambar di bawah ini : 






secara otomatis kita bisa lihat hasilnya.....
1 klik langsung bersih...heheheh

insyALLah itulah jawaban semampu saya KEsempurnaan milik Allah dan kekurangan milik manusia...jika ada kesalahan saya minta maaf sebesar-besarnya.....
matur tengyu....

Kamis, 11 Oktober 2012

kalkulator jadul-sederhana dan unik


khafifah  11.11.2329   ti11a

alhamdulilah akhirnya selesai juga tugasQuw...
 
 walaw sederhana tapiiii unik koq..tidak seperti kalkulator yang lainnya..biasanya kalkulator yang di pasaran cuma bisa menampilkan satu operasi saja yang kita inginkan..misalnya kita ingin menghitung jumlah saja maka keluarnya hanya hasil jumlah saja..beda dengan buatanku loh..Pokoknya Lain dari yang lain..hehehe...kalkulator ini langsung sekaligus menghitung 4 operand yaitu dengan menekan tombol hitung maka hasilnya akan muncul ke empat-empatnya yaitu hasil jumlah,kurang ,bagi dan kali...yapzzz penasarankann..yuk qita Simakkkk cara buatnya...

pertama bikin rinciannya dulu alias method yang kita butuhkan: 
Nama komponen
Jumlah
textbox
6
Button
3
Label
7
Ubah property dari komponen yang di tambahkan tersebut. kita ambil seberapa saja biar tidak kebanyakan yakkkk…ini  contohnya..
Nama komponen
Property
value
Label 1
Text
Kalkulator jadul
Label 2
text
Angka1
Textbox1
Name
Txt1
Button1
Name
bthitung

Lalu kita bikin desainnya sesuai dengan keinginan kita..contohnya sebagai berikut:

Pada aplikasi yang sudah di buat terdapat beberapa baris kode program sbb:

Txthasiljumlah.text=int(txt1.text+txt2.text)
Txthasilkurang.text=int(txt1.text-txt2.text)
Txthasilkali.text=int(txt1.text*txt2.text)
Txthasilbagi.text=int(txt1.text/txt2.text)

Dari beberapa baris kode di atas,yang akan anda amati adalah penggunaan operator dan operand.sebagai contoh adalah statemen:
Txthasiljumlah.text=int(txt1.text+txt2.text)

Statemen di atas merupakan statemen yang di gunakan untuk melakukan operasi perhitungan penjumlahan dari dua buah operand yaitu antara txt1.text dengan txt2.text.
Kedua operand tersebut di letakan di antara tulisan int() yang berfungsi untuk melakukan konversi variable bertipe string menjadi variable berupa numeric dalam hal ini adalah bertipe integer.hal tersebut di lakukan karena txt1.text dan txt2.text merupakan objek variable yang bertipe string.
Adapun variable yang di gunakan untuk menampung hasil perhitungan adalah variable txthasil.text.sehingga apabila statemen tersebut anda sedeerhanakan,maka hasilnya adalah:
Hasil=opr1+opr2

Pada saat aplikasi di jalankan ,anda akan meminta untuk memasukan dua buah angka yang akan di hitung .di bagian textbox angka  yang sudah di sediakan di lanjutkan dengan menekan tombol HITUNG maka secara otomatis hasilnya akan tampil di setiap textbox  hasil masing-masing.


Penjelasan dari statemen di atas berlaku pula untuk semua statemen yang terdapat pada kelompok tersebut. Selain kelompok stateemen yang berisikan operasi aritmetika terdapat pula statemen yang diletakan pada objek btkeluar yaitu statemen END. Statemen end merupakan statemen yang digunakan untuk keluar aplikasi yang sedang berjalan.begitu juga dengan statemen bersihkan di dletakan pada objek btbersihkan yang di gunakan untuk membersihkan yang anda ketikan beserta hasilnya.

  insya allah segituu sajaaa....
mudah-mudahan bermanfaat...
terima kasih..


Sabtu, 21 April 2012

multiplexing komunikasi dataMULTIPLEXING multiplexing adalah suatu teknik mengirimkan lebih dari satu (:banyak) informasi melalui satu saluran. Istilah ini adalah istilah dalam dunia telekomunikasi. Tujuan utamanya adalah untuk menghemat jumlah saluran fisik misalnya kabel, pemancar & penerima (transceiver), atau kabel optik. Multiplexing merupakan Teknik menggabungkan beberapa sinyal untuk dikirimkan secara bersamaan pada suatu kanal transmisi. Dimana perangkat yang melakukan Multiplexing disebut Multiplexer atau disebut juga dengan istilah Transceiver / Mux. Dan untuk di sisi penerima, gabungan sinyal – sinyal itu akan kembali di pisahkan sesuai dengan tujuan masing – masing. Proses ini disebut dengan Demultiplexing. Contoh aplikasi dari teknik multiplexing ini adalah pada jaringan transmisi jarak jauh, baik yang menggunakan kabel maupun yang menggunakan media udara (wireless atau radio). Sebagai contoh, satu helai kabel optik Surabaya-Jakarta bisa dipakai untuk menyalurkan ribuan percakapan telepon. Idenya adalah bagaimana menggabungkan ribuan informasi percakapan (voice) yang berasal dari ribuan pelanggan telepon tanpa saling bercampur satu sama lain. Tujuan dan Keuntungan Multiplexing tujuan : meningkatkan effisiensi penggunaan bandwidth / kapasitas saluran transmisi dengan cara berbagi akses bersama. Keuntungan : • Komputer host hanya butuh satu port I/O untuk banyak terminal • Hanya satu line transmisi yang dibutuhkan Beberapa alasan penggunan multiplex: - Menghemat biaya penggunaan saluran komunikasi - Memanfaatkan sumber daya seefisien mungkin - Kapasitas terbatas dari saluran telekomunikasi digunakan semaksimum mungkin - Karakteristik permintaan komunikasi pada umumnya memerlukan penyaluran data dari beberapa terminal ke titik yang sama Secara umum fungsi multiplex adalah sebagai berikut : - Membantu berbagai koneksi pada sebuah mesin - Memetakan banyak koneksi pada sebuah tingkatan antara sebuah koneksi dengan lainnya Jenis Teknik Multiplexing Teknik Multiplexing yang umum digunakan adalah : a. Time Division Multiplexing (TDM) : - Synchronous TDM - Asynchronous TDM b. Frequency Division Multiplexing (FDM) c. Code Division Multiplexing (CDM) Time Division Multiplexing (TDM) Secara umum TDM menerapkan prinsip pemnggiliran waktu pemakaian saluran transmisi dengan mengalokasikan satu slot waktu (time slot) bagi setiap pemakai saluran (user). TDM yaitu Terminal atau channel pemakaian bersama-sama kabel yang cepat dengan setiap channel membutuhkan waktu tertentu secara bergiliran (round-robin time-slicing). Biasanya waktu tersebut cukup digunakan untuk menghantar satu bit (kadang-kadang dipanggil bit interleaving) dari setiap channel secara bergiliran atau cukup untuk menghantar satu karakter (kadang-kadang dipanggil character interleaving atau byte interleaving). Menggunakan metoda character interleaving, multiplexer akan mengambil satu karakter (jajaran bitnya) dari setiap channel secara bergiliran dan meletakkan pada kabel yang dipakai bersama-sama sehingga sampai ke ujung multiplexer untuk dipisahkan kembali melalui port masing-masing. Menggunakan metoda bit interleaving, multiplexer akan mengambil satu bit dari setiap channel secara bergiliran dan meletakkan pada kabel yang dipakai sehingga sampai ke ujung multiplexer untuk dipisahkan kembali melalui port masing-masing. kerugian Jika ada channel yang tidak ada data untuk dihantar, TDM tetap menggunakan waktu untuk channel yang ada (tidak ada data yang dihantar), ini merugikan penggunaan kabel secara maksimun. Kelebihanya adalah karena teknik ini tidak memerlukan guardband jadi bandwidth dapat digunakan sepenuhnya dan perlaksanaan teknik ini tidak sekompleks teknik FDM. Pengiriman data menggunakan TDM dilakukan dengan mencampur data berdasarkan waktu sinyal data tsb dikirimkan. TDM digunakan untuk transmisi sinyal digital. Bit data dari terminal secara bergantian diselipkan diantara bit data dari terminal lain. Pemancar dan penerima harus sinkron supaya masing – masing penerima data yang ditujukan kepadanya. Aplikasi TDM Misalkan 4 buah terminal akan mengirimkan data ke penerima dengan kecepatan 300 bps, dengan teknik TDM, satu saluran komunikasi dapat menyalurkan data dari ke empat terminal tadi sekaligus dengan kecepatan 1200 bps. Akibatnya diperlukan saluran berkualitas tinggi yang dapat mengirimkan data dengan kecepatan tinggi antara multiplexer pengirim dan penerima. Antara pengirim atau penerima dengan multiplexer dapat digunakan saluran berkualitas rendah, sehingga jumlah kecepatan semua saluran tersebut harus lebih rendah atau sama dengan kecepatan saluran antara ke-2 multiplexer. Pada contoh berikut ini saluran antara ke-2 multiplexer digunakan saluran yang memiliki kecepatan 1200 bps, sedangkan saluran dari pengirim ke multiplexer digunakan saluran berkualitas lebih rendah, misalnya masing-masing 300 bps (jumlah ke-4 saluran tersebut 1200 bps). Dengan TDM, urutan data sinyal lebih diperhatikan. TDM hanya digunakan untuk komunikasi dari titik ke titik. Teknik TDM terdiri atas : Synchronous TDM Hubungan antara sisi pengirim dan sisi penerima dalam komunikasi data yang menerapkan teknik Synchronous TDM . Asynchronous TDM Untuk mengoptimalkan penggunaan saluran dengan cara menghindari adanya slot waktu yang kosong akibat tidak adanya data ( atau tidak aktif-nya pengguna) pada saat sampling setiap input line, maka pada Asynchronous TDM proses sampling hanya dilakukan untuk input line yang aktif saja. Konsekuensi dari hal tersebut adalah perlunya menambahkan informasi kepemilikan data pada setiap slot waktu berupa identitas pengguna atau identitas input line yang bersangkutan. Penambahan informasi pada setiap slot waktu yang dikirim merupakan overhead pada Asynchronous TDM Frequency Division Multiplexing (FDM) Prinsip dari FDM adalah pembagian bandwidth saluran transmisi atas sejumlah kanal (dengan lebar pita frekuensi yang sama atau berbeda) dimana masing-masing kanal dialokasikan ke pasangan entitas yang berkomunikasi. Contoh aplikasi FDM ini yang polpuler pada saat ini adalah Jaringan Komunikasi Seluler, seperti GSM ( Global System Mobile) yang dapat menjangkau jarak 100 m s/d 35 km. Tingkatan generasi GSM adalah sbb: First-generation: Analog cellular systems (450-900 MHz) * Frequency shift keying for signaling * FDMA for spectrum sharing * NMT (Europe), AMPS (US) Second-generation: Digital cellular systems (900, 1800 MHz) * TDMA/CDMA for spectrum sharing * Circuit switching * GSM (Europe), IS-136 (US), PDC (Japan) 2.5G: Packet switching extensions * Digital: GSM to GPRS * Analog: AMPS to CDPD 3G: * High speed, data and Internet services * IMT-2000 APA ITU FDM ? ? ? ? FDM yaitu pemakaian secara bersama kabel yang mempunyai bandwidth yang tinggi terhadap beberapa frekuensi (setiap channel akan menggunakan frekuensi yang berbeda). Contoh metoda multiplexer ini dapat dilihat pada kabel coaxial TV, dimana beberapa channel TV terdapat beberapa chanel, dan kita hanya perlu tunner (pengatur channel) untuk gelombang yang dikehendaki. Pada teknik FDM, tidak perlu ada MODEM karena multiplexer juga bertindak sebagai modem (membuat permodulatan terhadap data digital). Kelemahan Modem disatukan dengan multiplexer adalah sulitnya meng-upgrade ke komponen yang lebih maju dan mempunyai kecepatan yang lebih tinggi (seperti teknik permodulatan modem yang begitu cepat meningkat). Kelemahannya adalah 1. jika ada channel (terminal) yang tidak menghantar data, frekuensi yang dikhususkan untuk membawa data pada channel tersebut tidak tergunakan dan ini merugikandan juga harganya agak mahal dari segi pemakaian (terutama dibandingkan dengan TDM) kerana setiap channel harus disediakan frekuensinya. Kelemahan lain adalah kerana 2. bandwidth jalur atau media yang dipakai bersama-sama tidak dapat digunakan sepenuhnya, kerana sebagian dari frekuensi terpaksa digunakan untuk memisahkan antara frekuensi channelchannel yang ada. Frekuensi pemisah ini dipanggil guardband. System ini menumpuk sinyal pada bidang frekuensi. Data yang dikirim akan dicampur berdasarkan frekuensinya. FDM merupakan sinyal analog yang digunakan sebagai media pengiriman sinyal digital (0&1) dalam system computer. Misalkan diketahui kanal komunikasi suara berupa kabel voice grade mempunyai lebar frekuensi 300 – 3000 Hz. Dengan multiplexing FDM bias menggunakan lebih dari 1 terminal. Untuk keperluan ini digunakan 4 pembawa, misalnya 600, 1200, 1800, 2400 Hz. Ini berarti data dari 4 buah sumber dapat dikirimkan ke tujuan secara bersamaan hanya dengan menggunakan sebuah saluran voice grade. Bilangan biner “1” diwakili oleh sinyal 800, 1400, 2000, 2600 Hz, sedangkan biner “0” diwakili oleh sinyal 400, 1000, 1600, 2200 Hz. Untuk mencegah interferensi, tiap2 band dipisahkan oleh jalur selebar 200 Hz. Jadi penerima akan memisahkan sinyal yang diterima berdasarkan frekuensinya, lalu disalurkan ke tempat tujuan yang dikehendaki. FDM tidak hanya digunakan untuk pengiriman dari titik ke titik, tapi dapat juga dengan cara multidrop. Dengan cara ini, setiap penerima hanya mengambil sinyal data sesuai dengan frekuensi yang sudah ditentukan dan data yang lain diteruskan ke tujuan yang bersangkutan. Tiap kanal telah diberikan pada terminal tertentu. Jika terminal tersebut tidak mengirimkan data, maka kanal itu tidak berfungsi. Code Division Multiplexing (CDM) Code Division Multiplexing (CDM) dirancang untuk menanggulangi kelemahankelemahan yang dimiliki oleh teknik multiplexing sebelumnya, yakni TDM dan FDM. Contoh aplikasinya pada saat ini adalah jaringan komunikasi seluler CDMA (Flexi) Prinsip kerja dari CDM adalah sebagai berikut : 1. Kepada setiap entitas pengguna diberikan suatu kode unik (dengan panjang 64 bit) yangdisebut chip spreading code. 2. Untuk pengiriman bit ‘1’, digunakan representasi kode (chip spreading code) tersebut. 3. Sedangkan untuk pengiriman bit ‘0’, yang digunakan adalah inverse dari kode tersebut. 4. Pada saluran transmisi, kode-kode unik yang dikirim oleh sejumlah pengguna akan ditransmisikan dalam bentuk hasil penjumlahan (sum) dari kode-kode tersebut. 5. Di sisi penerima, sinyal hasil penjumlahan kode-kode tersebut akan dikalikan dengan kode unik dari si pengirim (chip spreading code) untuk diinterpretasikan. selanjutnya: - jika jumlah hasil perkalian mendekati nilai +64 berarti bit ‘1’, - jika jumlahnya mendekati –64 dinyatakan sebagai bit ‘0’. Contoh penerapan CDM untuk 3 pengguna (A,B dan C) menggunakan panjang kode 8 bit (8-chip spreading code) dijelaskan sebagai berikut : a. Pengalokasian kode unik (8-chip spreading code) bagi ketiga pengguna : - kode untuk A : 10111001 - kode untuk B : 0110111 - kode untuk C : 11001101 b. Misalkan pengguna A mengirim bit 1, pengguna B mengirim bit 0 dan pengguna C mengirim bit 1. Maka pada saluran transmisi akan dikirimkan kode berikut : - A mengirim bit 1 : 10111001 atau + – + + + – – + - B mengirim bit 0 : 10010001 atau + – – + – – – + - C mengirim bit 1 : 11001101 atau + + – – + + -- + - hasil penjumlahan (sum) = +3,-1,-1,+1,+1,-1,-3,+3 c. Pasangan dari A akan menginterpretasi kode yang diterima dengan cara : - Sinyal yang diterima : +3 –1 –1 +1 +1 –1 –3 +3 - Kode milik A : +1 –1 +1 +1 +1 -1 –1 +1 - Hasil perkalian (product) : +3 +1 –1 +1 +1 +1 +3 +3 = 12 Nilai +12 akan diinterpretasi sebagai bit ‘1’ karena mendekati nilai +8. d. Pasangan dari pengguna B akan melakukan interpretasi sebagai berikut : - sinyal yang diterima : +3 –1 –1 +1 +1 –1 –3 + - kode milik B : –1 +1 +1 –1 +1 +1 +1 –1 - jumlah hasil perkalian : –3 –1 –1 –1 +1 –1 –3 –3 = -12 berarti bit yang diterima adalah bit ‘0’, karena mendekati nilai –8 KESIMPULAN Multiplexing adalah suatu teknik mengirimkan lebih dari satu (:banyak) informasi melalui satu saluran. Istilah ini adalah istilah dalam dunia telekomunikasi. Tujuan utamanya adalah untuk menghemat jumlah saluran fisik misalnya kabel, pemancar & penerima (transceiver), atau kabel optik. Teknik Multiplexing yang umum digunakan adalah : a. Time Division Multiplexing (TDM) : - Synchronous TDM - Asynchronous TDM b. Frequency Division Multiplexing (FDM) c. Code Division Multiplexing (CDM TDM yaitu Terminal atau channel pemakaian bersama-sama kabel yang cepat dengan setiap channel membutuhkan waktu tertentu secara bergiliran (round-robin time-slicing). Biasanya waktu tersebut cukup digunakan untuk menghantar satu bit (kadang-kadang dipanggil bit interleaving) dari setiap channel secara bergiliran atau cukup untuk menghantar satu karakter (kadang-kadang dipanggil character interleaving atau byte interleaving). Menggunakan metoda character interleaving, multiplexer akan mengambil satu karakter (jajaran bitnya) dari setiap channel secara bergiliran dan meletakkan pada kabel yang dipakai bersama-sama sehingga sampai ke ujung multiplexer untuk dipisahkan kembali melalui port masing-masing. FDM yaitu pemakaian secara bersama kabel yang mempunyai bandwidth yang tinggi terhadap beberapa frekuensi (setiap channel akan menggunakan frekuensi yang berbeda). Contoh metoda multiplexer ini dapat dilihat pada kabel coaxial TV, dimana beberapa channel TV terdapat beberapa chanel, dan kita hanya perlu tunner (pengatur channel) untuk gelombang yang dikehendaki. Teknik TDM terdiri atas : Synchronous TDM Hubungan antara sisi pengirim dan sisi penerima dalam komunikasi data yang menerapkan teknik Synchronous TDM dijelaskan secara skematik pada gambar Asynchronous TDM Untuk mengoptimalkan penggunaan saluran dengan cara menghindari adanya slot waktu yang kosong akibat tidak adanya data ( atau tidak aktif-nya pengguna) pada saat sampling setiap input line, maka pada Asynchronous TDM proses sampling hanya dilakukan untuk input line yang aktif saja. Konsekuensi dari hal tersebut adalah perlunya menambahkan informasi kepemilikan data pada setiap slot waktu berupa identitas pengguna atau identitas input line yang bersangkutan. Code Division Multiplexing (CDM) dirancang untuk menanggulangi kelemahankelemahan yang dimiliki oleh teknik multiplexing sebelumnya, yakni TDM dan FDM.


MULTIPLEXING

multiplexing adalah suatu teknik mengirimkan lebih dari satu (:banyak) informasi melalui satu saluran. Istilah ini adalah istilah dalam dunia telekomunikasi. Tujuan utamanya adalah untuk menghemat jumlah saluran fisik misalnya kabel, pemancar & penerima (transceiver), atau kabel optik.
Multiplexing merupakan Teknik menggabungkan beberapa sinyal untuk dikirimkan secara bersamaan pada suatu kanal transmisi. Dimana perangkat yang melakukan Multiplexing disebut Multiplexer atau disebut juga dengan istilah Transceiver / Mux. Dan untuk di sisi penerima, gabungan sinyal – sinyal itu akan kembali di pisahkan sesuai dengan tujuan masing – masing. Proses ini disebut dengan Demultiplexing.

Contoh aplikasi dari teknik multiplexing ini adalah pada jaringan transmisi jarak jauh, baik yang menggunakan kabel maupun yang menggunakan media udara (wireless atau radio).

Sebagai contoh, satu helai kabel optik Surabaya-Jakarta bisa dipakai untuk menyalurkan ribuan percakapan telepon. Idenya adalah bagaimana menggabungkan ribuan informasi percakapan (voice) yang berasal dari ribuan pelanggan telepon tanpa saling bercampur satu sama lain.

Tujuan dan Keuntungan Multiplexing
tujuan : meningkatkan effisiensi penggunaan bandwidth / kapasitas saluran transmisi dengan cara berbagi akses bersama. Keuntungan :
• Komputer host hanya butuh satu port I/O untuk banyak terminal
• Hanya satu line transmisi yang dibutuhkan
Beberapa alasan penggunan multiplex:
- Menghemat biaya penggunaan saluran komunikasi
- Memanfaatkan sumber daya seefisien mungkin
- Kapasitas terbatas dari saluran telekomunikasi digunakan semaksimum mungkin
- Karakteristik permintaan komunikasi pada umumnya memerlukan penyaluran data dari beberapa terminal ke titik yang sama
Secara umum fungsi multiplex adalah sebagai berikut :
- Membantu berbagai koneksi pada sebuah mesin
- Memetakan banyak koneksi pada sebuah tingkatan antara sebuah koneksi dengan lainnya



Jenis Teknik Multiplexing

Teknik Multiplexing yang umum digunakan adalah :
a. Time Division Multiplexing (TDM) :
- Synchronous TDM
- Asynchronous TDM
b. Frequency Division Multiplexing (FDM)
c. Code Division Multiplexing (CDM)

Time Division Multiplexing (TDM)

Secara umum TDM menerapkan prinsip pemnggiliran waktu pemakaian saluran transmisi dengan mengalokasikan satu slot waktu (time slot) bagi setiap pemakai saluran (user).
TDM yaitu Terminal atau channel pemakaian bersama-sama kabel yang cepat dengan setiap channel membutuhkan waktu tertentu secara bergiliran (round-robin time-slicing). Biasanya waktu tersebut cukup digunakan untuk menghantar satu bit (kadang-kadang dipanggil bit interleaving) dari setiap channel secara bergiliran atau cukup untuk menghantar satu karakter (kadang-kadang dipanggil character interleaving atau byte interleaving). Menggunakan metoda character interleaving, multiplexer akan mengambil satu karakter (jajaran bitnya) dari setiap channel secara bergiliran dan meletakkan pada kabel yang dipakai bersama-sama sehingga sampai ke ujung multiplexer untuk dipisahkan kembali melalui port masing-masing.
Menggunakan metoda bit interleaving, multiplexer akan mengambil satu bit dari setiap channel secara bergiliran dan meletakkan pada kabel yang dipakai sehingga sampai ke ujung multiplexer untuk dipisahkan kembali melalui port masing-masing.

kerugian
Jika ada channel yang tidak ada data untuk dihantar, TDM tetap menggunakan waktu untuk channel yang ada (tidak ada data yang dihantar), ini merugikan penggunaan kabel secara maksimun.

Kelebihanya
adalah karena teknik ini tidak memerlukan guardband jadi bandwidth dapat digunakan sepenuhnya dan perlaksanaan teknik ini tidak sekompleks teknik FDM.

Pengiriman data menggunakan TDM dilakukan dengan mencampur data berdasarkan waktu sinyal data tsb dikirimkan. TDM digunakan untuk transmisi sinyal digital. Bit data dari terminal secara bergantian diselipkan diantara bit data dari terminal lain. Pemancar dan penerima harus sinkron supaya masing – masing penerima data yang ditujukan kepadanya.

Aplikasi TDM
Misalkan 4 buah terminal akan mengirimkan data ke penerima dengan kecepatan 300 bps, dengan teknik TDM, satu saluran komunikasi dapat menyalurkan data dari ke empat terminal tadi sekaligus dengan kecepatan 1200 bps.

Akibatnya diperlukan saluran berkualitas tinggi yang dapat mengirimkan data dengan kecepatan tinggi antara multiplexer pengirim dan penerima. Antara pengirim atau penerima dengan multiplexer dapat digunakan saluran berkualitas rendah, sehingga jumlah kecepatan semua saluran tersebut harus lebih rendah atau sama dengan kecepatan saluran antara ke-2 multiplexer.

Pada contoh berikut ini saluran antara ke-2 multiplexer digunakan saluran yang memiliki kecepatan 1200 bps, sedangkan saluran dari pengirim ke multiplexer digunakan saluran berkualitas lebih rendah, misalnya masing-masing 300 bps (jumlah ke-4 saluran tersebut 1200 bps). Dengan TDM, urutan data sinyal lebih diperhatikan.

TDM hanya digunakan untuk komunikasi dari titik ke titik.
Teknik TDM terdiri atas :
Synchronous TDM
Hubungan antara sisi pengirim dan sisi penerima dalam komunikasi data yang menerapkan teknik Synchronous TDM .
Asynchronous TDM
Untuk mengoptimalkan penggunaan saluran dengan cara menghindari adanya slot waktu yang kosong akibat tidak adanya data ( atau tidak aktif-nya pengguna) pada saat sampling setiap input line, maka pada Asynchronous TDM proses sampling hanya dilakukan untuk input line yang aktif saja. Konsekuensi dari hal tersebut adalah perlunya menambahkan informasi kepemilikan data pada setiap slot waktu berupa identitas
pengguna atau identitas input line yang bersangkutan.
Penambahan informasi pada setiap slot waktu yang dikirim merupakan overhead pada Asynchronous TDM


Frequency Division Multiplexing (FDM)

Prinsip dari FDM adalah pembagian bandwidth saluran transmisi atas sejumlah kanal (dengan lebar pita frekuensi yang sama atau berbeda) dimana masing-masing kanal dialokasikan ke pasangan entitas yang berkomunikasi.

Contoh aplikasi FDM ini yang polpuler pada saat ini adalah Jaringan Komunikasi Seluler, seperti  GSM ( Global System Mobile) yang dapat menjangkau jarak 100 m s/d 35 km.

 Tingkatan generasi GSM adalah sbb:                                                           
First-generation: Analog cellular systems (450-900 MHz)
* Frequency shift keying for signaling
* FDMA for spectrum sharing
* NMT (Europe), AMPS (US)
Second-generation: Digital cellular systems (900, 1800 MHz)
* TDMA/CDMA for spectrum sharing
* Circuit switching
* GSM (Europe), IS-136 (US), PDC (Japan)
2.5G: Packet switching extensions
* Digital: GSM to GPRS
* Analog: AMPS to CDPD
3G:
* High speed, data and Internet services
* IMT-2000
APA ITU FDM ? ? ? ?

FDM yaitu pemakaian secara bersama kabel yang mempunyai bandwidth yang tinggi terhadap beberapa frekuensi (setiap channel akan menggunakan frekuensi yang berbeda).

Contoh metoda multiplexer ini dapat dilihat pada kabel coaxial TV, dimana beberapa channel TV terdapat beberapa chanel, dan kita hanya perlu tunner (pengatur channel) untuk gelombang yang dikehendaki.

Pada teknik FDM, tidak perlu ada MODEM karena multiplexer juga bertindak sebagai modem (membuat permodulatan terhadap data digital).

Kelemahan Modem disatukan dengan multiplexer adalah sulitnya meng-upgrade ke komponen yang lebih maju dan mempunyai kecepatan yang lebih tinggi (seperti teknik permodulatan modem yang begitu cepat meningkat).
Kelemahannya adalah
  1. jika ada channel (terminal) yang tidak menghantar data, frekuensi yang dikhususkan untuk membawa data pada channel tersebut tidak tergunakan dan ini merugikandan juga harganya agak mahal dari segi pemakaian (terutama dibandingkan dengan TDM) kerana setiap channel harus disediakan frekuensinya.  
  2. bandwidth jalur atau media yang dipakai bersama-sama tidak dapat digunakan sepenuhnya, kerana sebagian dari frekuensi terpaksa digunakan untuk memisahkan antara frekuensi channelchannel yang ada. Frekuensi pemisah ini dipanggil guardband.System ini menumpuk sinyal pada bidang frekuensi. Data yang dikirim akan dicampur berdasarkan frekuensinya.
FDM merupakan sinyal analog yang digunakan sebagai media pengiriman sinyal digital (0&1) dalam system computer.
Misalkan diketahui kanal komunikasi suara berupa kabel voice grade mempunyai lebar frekuensi 300 – 3000 Hz. Dengan multiplexing FDM bias menggunakan lebih dari 1 terminal. Untuk keperluan ini digunakan 4 pembawa, misalnya 600, 1200, 1800, 2400 Hz. Ini berarti data dari 4 buah sumber dapat dikirimkan ke tujuan secara bersamaan hanya dengan menggunakan sebuah saluran voice grade.
Bilangan biner “1” diwakili oleh sinyal 800, 1400, 2000, 2600 Hz, sedangkan biner “0” diwakili oleh sinyal 400, 1000, 1600, 2200 Hz. Untuk mencegah interferensi, tiap2 band dipisahkan oleh jalur selebar 200 Hz.
Jadi penerima akan memisahkan sinyal yang diterima berdasarkan frekuensinya, lalu disalurkan ke tempat tujuan yang dikehendaki.

FDM tidak hanya digunakan untuk pengiriman dari titik ke titik, tapi dapat juga dengan cara multidrop. Dengan cara ini, setiap penerima hanya mengambil sinyal data sesuai dengan frekuensi yang sudah ditentukan dan data yang lain diteruskan ke tujuan yang bersangkutan.
Tiap kanal telah diberikan pada terminal tertentu. Jika terminal tersebut tidak mengirimkan data, maka kanal itu tidak berfungsi.

Code Division Multiplexing (CDM)

Code Division Multiplexing (CDM) dirancang untuk menanggulangi kelemahankelemahan yang dimiliki oleh teknik multiplexing sebelumnya, yakni TDM dan FDM.
Contoh aplikasinya pada saat ini adalah jaringan komunikasi seluler CDMA (Flexi)

Prinsip kerja dari CDM adalah sebagai berikut :
1. Kepada setiap entitas pengguna diberikan suatu kode unik (dengan panjang 64 bit) yangdisebut chip spreading code.
2. Untuk pengiriman bit ‘1’, digunakan representasi kode (chip spreading code) tersebut.
3. Sedangkan untuk pengiriman bit ‘0’, yang digunakan adalah inverse dari kode tersebut.
4. Pada saluran transmisi, kode-kode unik yang dikirim oleh sejumlah pengguna akan ditransmisikan dalam bentuk hasil penjumlahan (sum) dari kode-kode tersebut.
5. Di sisi penerima, sinyal hasil penjumlahan kode-kode tersebut akan dikalikan dengan kode
unik dari si pengirim (chip spreading code) untuk diinterpretasikan.
selanjutnya:
- jika jumlah hasil perkalian mendekati nilai +64 berarti bit ‘1’,
- jika jumlahnya mendekati –64 dinyatakan sebagai bit ‘0’.
Contoh penerapan CDM untuk 3 pengguna (A,B dan C) menggunakan panjang kode 8 bit (8-chip spreading code) dijelaskan sebagai berikut :
a. Pengalokasian kode unik (8-chip spreading code) bagi ketiga pengguna :
- kode untuk A : 10111001
- kode untuk B : 0110111
- kode untuk C : 11001101
b. Misalkan pengguna A mengirim bit 1, pengguna B mengirim bit 0 dan pengguna C mengirim bit 1. Maka pada saluran transmisi akan dikirimkan kode berikut :
- A mengirim bit 1 : 10111001 atau             + – + + + – – +
- B mengirim bit 0 : 10010001 atau           + – – + – – – +
- C mengirim bit 1 : 11001101 atau             + + – – + + -- +
- hasil penjumlahan (sum) = +3,-1,-1,+1,+1,-1,-3,+3
c. Pasangan dari A akan menginterpretasi kode yang diterima dengan cara :
- Sinyal yang diterima : +3 –1 –1 +1 +1 –1 –3 +3
- Kode milik A : +1 –1 +1 +1 +1 -1 –1 +1
- Hasil perkalian (product) : +3 +1 –1 +1 +1 +1 +3 +3 = 12
Nilai +12 akan diinterpretasi sebagai bit ‘1’ karena mendekati nilai +8.
d. Pasangan dari pengguna B akan melakukan interpretasi sebagai berikut :
- sinyal yang diterima : +3 –1 –1 +1 +1 –1 –3 +
- kode milik B : –1 +1 +1 –1 +1 +1 +1 –1
- jumlah hasil perkalian : –3 –1 –1 –1 +1 –1 –3 –3 = -12
berarti bit yang diterima adalah bit ‘0’, karena mendekati nilai –8



KESIMPULAN
Multiplexing adalah suatu teknik mengirimkan lebih dari satu (:banyak) informasi melalui satu saluran. Istilah ini adalah istilah dalam dunia telekomunikasi. Tujuan utamanya adalah untuk menghemat jumlah saluran fisik misalnya kabel, pemancar & penerima (transceiver), atau kabel optik.
Teknik Multiplexing yang umum digunakan adalah :
a. Time Division Multiplexing (TDM) :
- Synchronous TDM
- Asynchronous TDM
b. Frequency Division Multiplexing (FDM)
c. Code Division Multiplexing (CDM
TDM yaitu Terminal atau channel pemakaian bersama-sama kabel yang cepat dengan setiap channel membutuhkan waktu tertentu secara bergiliran (round-robin time-slicing). Biasanya waktu tersebut cukup digunakan untuk menghantar satu bit (kadang-kadang dipanggil bit interleaving) dari setiap channel secara bergiliran atau cukup untuk menghantar satu karakter (kadang-kadang dipanggil character interleaving atau byte interleaving). Menggunakan metoda character interleaving, multiplexer akan mengambil satu karakter (jajaran bitnya) dari setiap channel secara bergiliran dan meletakkan pada kabel yang dipakai bersama-sama sehingga sampai ke ujung multiplexer untuk dipisahkan kembali melalui port masing-masing.
FDM yaitu pemakaian secara bersama kabel yang mempunyai bandwidth yang tinggi terhadap beberapa frekuensi (setiap channel akan menggunakan frekuensi yang berbeda). Contoh metoda multiplexer ini dapat dilihat pada kabel coaxial TV, dimana beberapa channel TV terdapat beberapa chanel, dan kita hanya perlu tunner (pengatur channel) untuk gelombang yang dikehendaki.
Teknik TDM terdiri atas :
Synchronous TDM Hubungan antara sisi pengirim dan sisi penerima dalam komunikasi data yang menerapkan teknik Synchronous TDM dijelaskan secara skematik pada gambar
Asynchronous TDM Untuk mengoptimalkan penggunaan saluran dengan cara menghindari adanya slot waktu yang kosong akibat tidak adanya data ( atau tidak aktif-nya pengguna) pada saat sampling setiap input line, maka pada Asynchronous TDM proses sampling hanya dilakukan untuk input line yang aktif saja. Konsekuensi dari hal tersebut adalah perlunya menambahkan informasi kepemilikan data pada setiap slot waktu berupa identitas pengguna atau identitas input line yang bersangkutan.
Code Division Multiplexing (CDM) dirancang untuk menanggulangi kelemahankelemahan yang dimiliki oleh teknik multiplexing sebelumnya, yakni TDM dan FDM.